Selasa, 14 Desember 2010

Pdt.Prof.Mesach Krisetya, M.Th.,M.Div



Profil dari Pdt. Mesach Krisetya, M.Th., M.Div

Tempat dan Tanggal Lahir : Jepara, 9 September 1939
Menikah & Isteri : 11 Oktober 1965 dengan Miriam Wientarti
Anak : Markus Krisetya dan Matius Indiana Krisetya

Pendidikan :

1986 – 1990, Claremont School of Theology, Claremont California, USA. Doctor of Ministry (D.Min), Clinical Pastoral Education, PrairieView Newton, Kansas, USA. Diploma of Advance CPE
1979 – 1981, United Theological College, Bangalore, India. Master of Theology (M.Th)
Christian Counseling Centre, Vellore, India, Diploma of Counseling Psychology
1970 – 1973, Goshen Biblical Seminary, Elkart, Indiana, USA. Master of Divinity (M.Div)
1961 – 1965, Seminari Teologi Baptis Indonesia, Semarang. Baccalaureus Theologia (B.Th)
1958 – 1961, SMA Masehi 1, Dr.Cipto, Semarang
1955 – 1958, SMP Negeri 4 Mlaten, Semarang
1954 , SMP Masehi Sidodadi, Semarang
1947 – 1953, SR Xaverius, Kobong, Semarang.

Jabatan Pendidikan

1973-1979, Rektor Akademi Kristen Wiyata Wacana, Pati
1981-1982, Pendeta Mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga.
1982-1986, Dekan Fakultas Teologi, Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga.
1986 , Pembantu Dekan Urusan Akademik, Fakultas Teologi Universitas Kristen Satya Wacana
1991-1994, Ketua Jurusan Studi Konseling Pastoral, Fakultas Teologi UKSW
1981-2010, Pengajar Bidang Pendampingan Pastoral dan Konseling Pastoral, untuk Strata 1 (S1) serta Program Pascasarjana (S2) Sosiologi Agama di UKSW.

Jabatan Gerejawi :
1965-1970, Gembala Jemaat GKMI Jepara
1975-1977, Ketua Departemen Pendidikan Sinode GKMI
1977-1979, Ketua Umum, Sinode GKMI
1983-1986, Ketua Umum, Sinode GKMI
1989-1992, Ketua Departemen Teologi, Sinode GKMI
1992-1995, Ketua Umum, Sinode GKMI
1995-1999, Ketua Umum, Sinode GKMI
1986-1992, Anggota Executive, Asia Mennonite Conference, Hongkong
1990-1997, Executive Member, Mennonite World Conference, Strasbourg, France
1991-1993, President Asia Conference on Pastoral Care amd Counseling
1991-1995, Council Member, The International Council on Pastoral Care and Counseling Noerdwijkerhout, The Netherlands
1995-1999, Vice President, International Council on Pastoral Care&Counseling, Toronto, Canada
1997-2003, President Mennonite World Conference, Strasbourg, France
2007 , bulan Oktober menerima SK Menteri Pendidikan Nasional Jabatan Fungsional Dosen Guru Besar dalam bidang ilmu/mata kuliah Teologi Pastoral Konseling dengan SK No.49743/A4.5/KP/2007

Pengalaman bersama Pak Mesach :

Ketika kali bertemu beliau, saya merasa bingung melihat seorang kakek tua dengan postur badan yang tinggi serta diringi gema suara bass yang khas. Ya beliau adalah Pdt. Prof.Dr.Mesach Krisetya, M.Th., M.Div. Pak Mesach, begitu anak-anak teologi UKSW menyapa beliau. Beliau sangat bersahaja, low profile dan sangat bersahabat. Saat mengajar di kelas, beliau tidak lupa menyisipkan humor, bahkan gerakan-gerakan konyol, yang membuat kelas serempak gegap gempita karena terbahak-bahak menyaksikan aksi beliau. Dalam menyampaikan materi, saya menilai bahan yang diajarkan sangat penuh muatan akademis, ditambah pengalaman hidup yang dimasukan beliau ke dalam bahan pelajaran, membuat mata kuliah yang diampu beliau menjadi semakin menarik dan berkualitas.

Bidang spesial pengajaran beliau adalah pastoral, dan saya tahu beliau sangat pakar dalam hal itu. Mungkin karena latar belakang pastoral yang sangat kental, membuat beliau menjadi orang yang bersahabat dan low profile. Secara pribadi, saya mengalami tiga peristiwa khusus dengan beliau. Pertama, ketika saya praktek di GKI Manyar Surabaya tahun 2008. Ketepatan beliau memimpin ibadah minggu di GKI Manyar Surabaya, akhir bulan September 2008. Saya di-sms beliau untuk berjumpa di ruang tamu gereja. Beliau sangat perhatian dengan saya, bahkan saat jamuan makan malam dari pihak gereja, saya diajak serta oleh beliau. Ketika hendak kembali ke Salatiga, beliau kembali memanggil saya. Kali ini beliau melalui isterinya menyangoni saya uang kantong untuk keperluan selama di Surabaya. Saya sudah menolaknya, tetapi beliau mengatakan saya akan sangat memerlukannya karena jauh dari keluarga dan kampus. Pengalaman kedua adalah di akhir tahun 2009, ketika kuliah saya telah selesai dan hendak balik ke Medan, saya dipanggil kembali oleh beliau. Saya disarankan berangkat ke Makassar untuk membantu pelayanan di sebuah jemaat. Saya menolak ajakan tersebut karena memang harus mempersiapkan diri untuk studi lanjut. Saya sebenarnya sangat menyayangkan penolakan tersebut karena saya tahu rasa kecewa dari raut wajah beliau. Terakhir, ketika saya berada di Medan, ternyata Asosiasi Pastoral Indonesia (API) Pusat, sedang mengadakan kegiatan di Medan (kegiatan pelantikan fungsionaris API wilayah serta seminar pastoral). Ketepatan beliau merupakan salah satu sesepuh di API dan menjadi pembicara dalam seminar yang diadakan di restoran Avia Samudera, Medan. Ketika berjumpa dengan saya serta teman kuliah saya (Immanuel Christian Sitio), beliau langsung mengenal kami. Beliau menanyakan perkembangan kami saat ini dan beliau berpesan agar kami tetap maju dalam pelayanan gereja.

Ada dua hal penting yang saya dapat pelajari dan kehidupan pak Mesach. Pertama, rendah hati merupakan kunci dalam menyinergikan hidup, baik secara akademis, berelasi terhadap lingkungan dan disiplin spiritualitas. Kedua, tetap berpikir positif dalam hidup agar tidak menjadi batu sandungan dalam lingkungan sekitar. Beliau berulangkali dalam kuliah selalu mengatakan : you are what you believe. Beliau menginginkan seorang pelayan Tuhan tidak menjadi batu sandungan di jemaat. Caranya adalah selalu berpikir positif untuk kemajuan hidup dan tetap berorientasi pada konselor sejati, yaitu Kristus. Hal itu yang membuat saya sangat mengagumi kehidupan beliau. Banyak cerita hidup yang telah dijalani beliau sampai dengan masa pensiun saat ini. Bahkan ketika dua ring ada di jantungnya, beliau tetap memenuhi tanggungjawabnya sebagai seorang pengajar dan pelayan Tuhan. Beliau tidak pernah lari dari tanggungjawab dan selalu konsisten antara perkataan dengan perbuatan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar