Selasa, 24 April 2012

Apakah itu Trauma?

Secara umum trauma dipahami sebagai sebuah kejutan emosional yang terjadi karena pengalaman ekstrim secara langsung, yang mengandung unsur-unsur yang menakutkan, mengerikan, mengancam fisik, kesejahteraan jiwa (harga diri, kematian, dll), serta ketidakberdayaan dari orang yang mengalaminya. Trauma dapat dialami langsung atau tidak langsung oleh individu dan tetap menimbulkan efek traumatik. Karena peristiwa traumatik adalah peristiwa yang tidak diantisipasi sebelumnya, akibat utama dari pengalaman traumatik adalah kejutan, ketidakberdayaan dan hilangnya kepastian akan hidup. Di samping itu yang timbul adalah perasaan takut dan rasa cemas yang hebat. Jenis trauma dapat dibedakan atas lama kejadian dari peristiwa traumatik, yaitu : akut / jangka pendek dan kronis / lama jangka panjang, serta berdasarkan tingkat sistem yang mengalaminya, yaiut : individu, kelompok, keluarga, masyarakat dan negara. (Irwanto, 2007.)


Ester Giller, presiden dan direktur dari The Sindran Foundation, dalam tulisannya “What is Psycological Trauma?” menyatakan bahwa trauma dapat datang dalam berbagai bentuk, yaitu :
a. Single Blow vs Repeated Trauma
Peristiwa traumatis ini terjadi sebagai hasil dari :
- Bencana alam, seperti gempa bumi, gunung api yang meletus, banjir dan sebagainya;
- Bencana yang diakibatkan oleh teknologi, seperti : kecelakaan pesawat terbang, ketumpahan cairan kimia (chemical spills), kegagalan nuklir, dan sebagainya;
- Kekerasan kriminal, seperti trauma perampokan maupun pencurian. Trauma tidak hanya dialami oleh korban, namun saksi mata juga mengalami trauma.
b. Natural vs Human Made
Jenis-jenis trauma yang diciptakan oleh manusia, yaitu :
- Perang / kekerasan politik, terjadi dalam skala yang cukup besar dan tidak terduga;
- Kekerasan Hak Asasi Manusia, seperti penculikan (kidnapping) dan penyiksaan (torture);
- Kekerasan kriminal (telah didiskusikan di bagian sebelumnya);
- Pemerkosaan (Rape), merupakan kelompok terbanyak yang mengalami masa traumatik dari setiap negara. A National survey mencatat dari 4000 wanita yang ditemukan, 1 dari 8 dilaporkan mengalami pemerkosaan. 1/3 dari mereka adalah wanita muda di bawah 12 tahun, serta 60% di bawah 18 tahun;
- Kekerasan domestik (Domestic Violence), kekerasan yang kebanyakan dilakukan oleh rekan laki-laki;
- Kekerasan pada anak (Child Abuse), setiap hari ada anak yang disiksa, ditendang, dilempar, diperkosa, dan sebagainya. Menurut Dr. Bruce Perry, sebuah perkiraan konservatif dari anak yang rawan PTSD melebih 15 juta;
- Kekerasan seksual (Sexual Abuse), menurut Dr. Frank Putnam dari NIMH, sedikitnya 40% dari pasien psikiatrik mengalami pemerkosaan pada masa anak-anak.


Dari hal itu, maka salah satu kesimpulannya mengenai orang yang bertahan dari trauma (survivor) adalah semua jenis kelamin, semua usia, semua ras, semua kelas, semua ukuran, semua orientasi seksual, semua agama dan semua suku bangsa. Walaupun dari segi klien kebanyakan yang menderita merupakan wanita, akan tetapi ada juga laki-laki yang mengalami kekerasan terutama di masa kecil.

Referensi :

Irwanto. Trauma dan Gangguan Pasca Trauma pada Anak. Jakarta : Universitas Atma Jaya. 2009
Makalah Esther Giller : About Trauma : What is Psychological Trauma?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar