Selasa, 01 Januari 2013

Rudy Yohanes Hutagalung = Teroris (Bersembunyi di Balik Kekristenan)


 Sekitar dua tahun lalu, salah seorang teman saya yang Muslim (saya tidak menyebutkan namanya), meminta saya untuk membuka akun Facebook untuk orang yang bernama “Rudy Yohanes Hutagalung (RYH)”. Kemudian, saya ditanya apa tanggapan saya? Saya sangat kaget membaca apa yang dituliskan oleh RYH di akun Facebook-nya. Seketika saja, saya menjawab bahwa RYH adalah teroris.

Kata teroris berasal dari akar kata “teror”. Teror berasal dari kata Yunani, yaitu terer, secara sederhana dipahami sebagai menakuti, mendapatkan kepuasan saat menakuti orang lain. Secara psikologis, ada manusia yang tersebar di bumi ini yang memiliki kelainan jiwa karena mengidap jiwa teror. Jiwa teror bervariasi jenisnya, ada yang mulai dari keisengan, sampai upaya sengaja untuk membuat masyarakat menjadi panik.

Bagi orang yang mengidap jiwa teror, biasanya juga mereka berjiwa sadis, karena mendapat kepuasan dengan menyakiti orang lain. Pengidap jiwa teror menjadi berbahaya jika dia dimanfaatkan oleh suatu organisasi untuk melakukan aksi teror. Lebih berbahaya lagi, jika pengidap jiwa teror dibekali fanatisme keyakinan ideologi ataupun keyakitan religius yang membenarkan perbuatannya untuk menakut-nakuti orang lain sebagai perbuatan yang terpuji dan mendapatkan pahala.

Selain berjiwa sadis, pengidap jiwa teror biasanya akan sangat mudah membenci dan memusuhi orang lain. Itu terjadi, karena jiwa teror bersifat agresif.  Perbuatannya tergolong nekad, sebagai hasil dari lemahnya tenggang-rasa yang ada di dalam dirinya. Pengidap jiwa teror tidak peka terhadap suara hati, karena mengutamakan sensasi. Dampaknya, dia tidak tahu apakah yang dilakukannya itu baik atau buruk?Pengidap jiwa teror tertawa saat melihat orang lain menangis. Dia menyimpang dari kewajaran.

Itulah alasan mengapa saya mengatakan RYH adalah seorang teroris. Ketika menghina simbol dan ajaran agama Islam, dalam pandangan Kekristenan, RYH telah melakukan kejahatan di mata Tuhan. Dia menyangkal apa yang diajarkan oleh Yesus, “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri” (Mat.19:19). Yesus sangat menghormati orang yang berbeda dengan-Nya. Dia tidak pernah membenci, menghina, atau memprovokasi mereka. Ajaran Kristen sangat bertentangan dengan apa yang dilakukan oleh RYH. Ketika memuji kebaikan agama Kristen dan menjelekkan ajaran dan simbol agama Islam, sesungguhnya RYH tidak sedang memuliakan Tuhan. Alih-alih menunjukkan dirinya adalah murid Kristus, malahan RYH mengindikasikan dirinya adalah anti Kristus.
Seorang murid Kristus tidak pernah menggunakan cara yang sarkas dalam hidup berdampingan dengan orang lain, akan tetapi meneladani Kristus yang mengasihi orang lain tanpa memandang status sosial.

Saya menduga dengan kuat, akun Facebook dari orang yang bernama RYH adalah palsu. Orang yang tidak bertanggungjawab itu dengan sengaja memberikan identitas palsu dirinya dengan nama RYH. Motif dari tindakannya, menurut saya ada tiga hal yang ingin dicapai oleh RYH, yaitu: Pertama, RYH ingin memancing emosi dari teman-teman umat Muslim, agar bereaksi dengan keras. Ketika itu terjadi, maka rekan Muslim akan kehilangan pengendalian dirinya, sehingga menggunakan kata-kata kasar untuk mengumpat atau menyerang balik. Dari situ, RYH ingin menyampaikan kepada khalayak bahwa rekan Muslim itu cenderung berlaku buruk dalam tindakan (kata kasar, ancaman pembunuhan, celaan terhadap Kekristenan dengan kata-kata kotor, dan sebagainya). Kedua, RYH ingin memperlihatkan kepada khalayak bahwa ketika rekan Muslim tersinggung atas celaan dan hinaannya, itulah yang dirasakan kelompok minoritas (red: Kristen) selama ini. Terakhir, RYH ingin menyampaikan bahwa untuk melukai umat Muslim sangatlah mudah, hanya dengan membuat kalimat pendek yang berisi celaan, maka terlukalah mereka.

Sebagai seorang Kristen, saya mengutuk dengan keras apa yang dilakukan oleh RYH. Saya hidup berdampingan dengan rekan Muslim secara harmonis. Saling berdiskusi dogma dan doktrin ajaran agama dalam kajian pluralisme. Saya belajar banyak tentang Islam dari rekan-rekan Muslim. Satu hal yang saya pahami dan pegang teguh dari konsep Islam adalah Islam itu agama santun yang menjunjung perdamaian. Etimologi sederhana dari Islam sendiri, yaitu berasal dari akar kata “SLM” (salam), yang berarti damai. Saya melihat wajah Islam yang damai dari teman-teman saya yang Muslim. Kami saling menopang dan mendukung terciptanya perdamaian dan mereduksi konflik atas nama agama. Bukan seperti wajah Islam yang digambarkan oleh RYH, di mana RYH tidak hanya melakukan penghinaan, tetapi juga fitnah yang tiada terperi.
Atas nama umat Kristen, kepada rekan Muslim yang membaca tulisan ini, saya menyampaikan untuk jangan lekas terprovokasi oleh RYH.  RYH jelas adalah teroris yang bersembunyi di dalam Kekristenan. Tidak pantas dia mengaku seorang Kristen. Satu strategi yang dapat saya bagikan untuk menghadapi fitnah dari RYH adalah kita coba menggunakan pendekatan nir-kekerasan. Sebaiknya jangan pernah menanggapi pernyataan dari RYH di akun Facebook-nya, karena memang pada dasarnya dia ingin kita menanggapi, lalu marah-marah dan menciptakan kondisi destruktif. Melawan teroris, jangan pernah dengan kekerasan. Lawanlah dia dengan kebaikanmu! Semoga RYH lekas ditangkap polisi agar mendapatkan hukuman yang yang berlaku dalam negara. Salam Kebangsaan!